Suatu ketika seseorang yang sangat kaya bertanya kepada temannya.
"Mengapa aku dicela sebagai orang yang kikir? padahal semua orang tahu bahwa aku telah membuat surat wasiat untuk mendermakan seluruh harta kekayaanku bila kelak aku mati."
"Begini," kata temannya, aku ceritakan kepadamu tentang kisah babi dan sapi.
suatu hari babi mengeluh kepada sapi mengenai dirinya yang tak tidak disenangi manusia.
"Mengapa orang selalu membicarakan kelembutanmu dan keindahan matamu yang sayu itu, tanya babi. Memang kau memberikan susu, mentega dan keju. tapi yang kuberikan jauh lebih banyak.
aku memberikan lemak, daging, paha, bulu, kulit. bahkan kakiku pun dibuat asinan!
tetap saja manusia tak menyenangiku. Mengapa?"
sapi berpikir sejenak dan kemudian menjawab, "ya, mungkin karena aku telah memberi kepada manusia ketika aku masih hidup."
silahkan di renungkan !!
what you give you get back!!
apa yang kita miliki adalah apa yang kita berikan
walau hanya sebesar zarrah tetap bernilai
Source: Dokter Sudarmono, Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 11 Desember 2014
Minggu, 16 November 2014
ABU NAWAS BEKERJA DI PERUSAHAAN JAHIT
“Kikir sifatnya hilang hartanya”
Alkisah ketika
Abu Nawas masih bekerja di muda, ia pernah
bekerja di sebuah perusahaan jasa jahit pakaian yang terkenal pada masa itu. Majikan
tempat ia bekerja saat itu terkenal pelit dan tak mau berbagi dengan sesama
Suatu hari
majikannya dangan dengan satu kendi susu. Karena sifat pelitnya dan khawatir
madu itu diminum Abu Nawas, maka majikannya berbohong dengan berkata, “Hai Abu
Nawas, kendi ini berisi racun dan aku tak
mau kamu mati karena meminumnya”. Sesaat kemudian sang majikan pun pergi keluar
karena suatu kepentingan.
Sepeninggal majikannya,
datanglah seorang pembeli yang ingin membeli pakaian. Transaksi jual beli pun
berlangsung dan Abu Nawas mendapatkan uang dari hasil menjual pakaian.
Menjelang siang
karena Abu Nawas merasa lapar, pergilah ia membeli roti ke sebuah toko. Karena tidak
mempunyai uang maka ia menggunakan uang haasil menjual pakaian untuk membeli
roti. Sekembalinya ia ke tempat kerjanya, ia menghabiskan madu milik
majikannya.
Ketika majikannya
datang usai kepentingannya selesai, sang majikan tersadar bahwa pakaian yang
dijualnya ternyata kurang satu sedangkan madu dalam kendi juga telah habis. Sedangkan
uang hasil penjualan juga tidak ada. Bertanyalah ia pada Abu Nawas.
“Abu, apa sebenarnya
yang telah terjadi?” tanya majikan heran.
Dengan tenang
seolah tak melakukan apapun, Abu Nawas
menjawab, “Maaf tuan, tadi ada seorang pencuri yang mencuri pakaian tuan, lalu
karena aku takut akan dimarahi tuan, maka aku putuskan untuk bunuh diri saja
menggunakan racun dalam kendi itu.”
Source: Rahimsyah, Kumpulan Humor Sufi, Surabaya: Dua Media Surabaya,
Source: Rahimsyah, Kumpulan Humor Sufi, Surabaya: Dua Media Surabaya,
TIGA PERTANYAAN
Suatu ketika,, ada seorang pemuda
yang mencari seorang guru agama,,, atau siapapun yang dapat menjawab pertanyaan
yang sealma ini mengganjal pikirannya. Akhirnya bertemulah ia pada seorang
guru/ orang bijaksana..
Sebut saja pemuda itu fulan (F),
dan orang bijaksana itu guru (G).
F: anda siapa? Dapatkan anda
menjawab pertanyaan saya?
G: saya jhamba Allah dan dengan
izinnya saya akan menjawab pertanyaan anda.
F: apakah anda yakin bisa
menjaawab pertanyaan saya? Karena banyak orang pintar yang tidah mampu
menjawabnya.
G: saya akan berusaha semampu
saya.
F: saya punya tiga buah
pertanyaan.
Pertama, kalau memang tuhan itu ada, bsakah anda tunjukan wujud Tuhan
kepada saya?
Kedua, apakah
yang dinamakan takdir itu?
Ketiga, kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka
yang terbuat dari api, tentu tidak akan menyakitkan karena memiliki unsur yang
sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
Tiba-tiba orang bijaksana itu
menampar pipi si pemuda dengan keras.
F (sambil menahan sakit): Kenapa
anda marah kepada sayaa?
G: saya tidak marah... tamparan
itu adalah jawaban dari semua pertanyaanmu.
F: sungguh saya tidak mengerti...
G: bagaimana rasanya di tampar?
F: Tentu saja saya merasa sangat
sakit..
G: Jadi anda percaya bahwa sakit
itu ada?
F: tentu.
G tunjukan rasa sakit itu!
F: saya tidak bisa
G: itulah jawaban pertanyaan
pertama. Kita semua merasakan keberadaan tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
G: apa tadi malam anda bermimpi
akan ditampar oleh saya?
F: tidak
G: apakah pernah terpikir oleh
anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
F: tidak
G: itulah yang dinamakan takdir
G: terbuat dari apa tangan saya
yang saya gunakan untuk menampar anda tadi?
F: Kulit
G terbuat dari apa pipi anda?
F: Kulit
G: Bagaimana rasa tamparan saya?
F: sakit
G: walaupun setan dan neraka
sama-sama terbuat dari api, nerakan tetap menjadi tempat menyakitkan untuk
setan.....
Source: Dokter Sudarmono. Mutiara kalbu Sebening
Embun Pagi: 1001 Kisah Sumber Inspirasi. Volume 2. Yogyakarta: Idea Press
Yogyakarta. 2010.
Langganan:
Postingan (Atom)
Masuk angin
Angin tiba tiba menyelinap ke dalam pori memasuki ruang-ruang kosong, menyesaki paru hingga sesak untuk dihembuskan. Menerawang jauh de...
-
The exercise completed by answer and short explanation. 1. The president of the U.S appoinnts the cabinet member, _______ appoin...
-
The exercise completed by answer and brief explanation. 1. The three basic chords in _______ the tonic, the dominant, and the subdo...
-
TOEFL questions completed by the answers 1. The North Platte River _______ from Wyoming into Nebraska. a. it flowed b. fl...